MENGGALI KREATIVITAS SISWA MELALUI MAJALAH SEKOLAH
Oleh: Retno Kurniawati, S.Pd.
Ada kebanggaan tersendiri saat diberi kesempatan untuk merintis majalah sekolah. Alhamdulillah saat itu sudah ada ekstrakurikuler jurnalistik. Walaupun jumlah pesertanya sangat sedikit, mereka sangat antusias untuk membuat majalah sekolah. Sebelum menentukan bagaimana bentuk serta isi majalah, penulis mempelajari berbagai majalah sekolah dari beberapa SMA di Bojonegoro: dari SMA Negeri 3 Bojonegoro, SMA Negeri 4 Bojonegoro dan SMA Negeri 1 Bojonegoro. Selain itu penulis juga belajar dari majalah sekolah di almamater penulis sendiri yaitu SMA Negeri 1 Jatirogo-Tuban, yaitu majalah GESMAJA. Majalah ini sudah terbit sejak penulis duduk di bangku SMA. Selain itu penulis belajar dari majalah yang sudah sering penulis baca yaitu majalah UMMI dan majalah ANNIDA.
Penulis segera menentukan rubrik apa saja yang akan ditampilkan serta tema apa saja yang akan diangkat. Setelah itu penulis membagi berbagai rubrik tersebut kepada anggota jurnalistik yang sekaligus menjadi pengurus majalah sekolah.
Agar mereka memiliki gambaran dari rubrik dan majalah yang penulis maksudkan, penulis memberikan penjelasan secara detail bahkan memberikan contoh konkrit. Dengan begitu siswa memiliki gambaran yang jelas. Karena terbatasnya jumlah pengurus, penulis melibatkan siswa terbaik pada masing-masing kelas untuk ikut menulis. Penulis meminta juara 1-3 di tiap-tiap kelas untuk menulis. Karena edisi pertama, penulis harus menyunting tulisan siswa agar layak muat sekaligus sebagai contoh untuk edisi selanjutnya. Kerja keras penulis membawa hasil yang memuaskan. Alhamdulillah majalah edisi pertama terbit dengan tampilan yang luar biasa bagus dan memperoleh sambutan luar biasa dari siswa dan seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Padangan.
Alhamdulillah pada tahun ke-2 atau edisi ke-3 majalah sekolah sudah ber-ISSN, sudah tercatat di LIPI (lembaga ilmu pengetahuan Indonesia). Karena kendala klasik yaitu kendala dana, majalah sekolah berakhir pada edisi 11. Walaupun sudah tidak terbit lagi, alhamdulillah majalah sekolah sudah pernah mengikuti lomba majalah sekolah yang diselenggarakan oleh UTM (Universitas Trunojoyo Madura) yang dikuti oleh SMA se-Jawa Bali dan berhasil meraih juara harapan 2.
Majalah sekolah penulis beri nama ZONA EKSPRESI, sebagai media atau wadah siswa untuk berkarya. Berikut ini adalah nama rubrik yang ada pada majalah sekolah:
1. Sapa Redaksi
2. Surat Pembaca
3. Profil guru dan TU
4. Profil Alumni
5. Profil Siswa
6. Ensiklopedi
7. Artikel
8. Puisi
9. Cerpen
10. Karikatur
11. Salam
12. Ruang Belajar
13. Album
14. Artikel Agama
15. Resensi
16. Sorotan
Rubrik Sapa Redaksi ini semacam editorial/tajuk rencana yang dtulis oeh Pembina majalah sekolah, dalam hal ini penulis sendiri. Panjang tulisan hanya 1 halaman. Penulis berusaha menyentuh pikiran dan perasaan pembaca dalam hal ini siswa dengan tema-tema yang menarik.
Pada rubrik surat pembaca, penulis memberi kesempatan kepada siswa untuk memberikan kritik maupun saran berkaitan dengan tampilan majalah sekolah. Pada rubrik ini penulis melatih siswa untuk bersikap kritis tetapi menggunakan bahasa yang santun.
Adapun profil guru dan TU, menampilkan profil guru dan TU berdasarkan daftar urutan kepegawaian, mulai dari kepala sekolah dan kepala tata usaha. Adapun pada rubrik profil alumni dipilih profil alumni yang berprestasi sehingga bisa memotivasi siswa. Demikian halnya rubrik profil siswa, dipilih profil siswa yang berprestasi baik akademik maupun nonakademik. Adapun tujuan dibuatnya rubrik profil ini sebagai contoh sekaligus keteladanan yang diharapkan dapat memberikan motivasi bagi siswa, sekaligus penghargaan sekolah terhadap guru, tata usaha, siswa dan alumni. Hasilnya cukup efektif, siswa jadi lebih mengenal guru, tata usaha, alumni dan rekan-rekan mereka yang berprestasi.
Pada rubrik ensiklopedi, ditampilkan tulisan yang merupakan sesuatu yang baru.Tulisan boleh diambil dari internet kemudian diolah sendiri oleh siswa. Ketika mengambil dari internet, buku, atau majalah, siswa harus mencantumkan sumber tulisan sehingga siswa tidak melakukan tindakan plagiat.
Pada rubrik artikel ada artikel siswa dan ada juga artikel guru. Penulis memberi kesempatan kepada guru untuk menulis. Ini sebagai contoh bagi siswa sekaligus sebagai pengayaan yang akan semakin memperluas wawasan siswa. Guru secara tidak langsung juga membimbing siswa untuk menulis artikel yang baik.
Pada rubrik puisi dimuat puisi terbaik siswa yang telah mengirim ke redaksi, baik puisi lama, puisi baru, maupun puisi kontemporer. Sangat banyak puisi siswa yang masuk ke redaksi sehingga tim redaksi harus melakukan seleksi. Selain itu puisi terbaik arya siswa saat kegiatan belajar mengajar juga penulis muat sebagai bentuk penghargaan sekaligus contoh kepada siswa lain.
Pada rubrik cerpen ada beberapa cerpen siswa yang menghiasi setiap edisi majalah sekolah. Rubrik cerpen ini merupakan salah satu rubrik yang paling diminati oleh siswa. Siswa begitu semangat mengirimkan karya-karyanya. Guru memprioritaskan cerpen siswa yang pernah meraih juara. Guru juga memuat cerpen siswa yang merupakan cerpen terbaik dalam tugas bahasa Indonesia. Sebagai bentuk penghargaan terhadap siswa sekaligus sebagai contoh dan motivasi bagi siswa yang lain.
Banyak sekali siswa yang berbakat menggambar, tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara menyalurkan bakat tersebut agar dapat dinikmati oleh banyak orang. Untuk mewadahi bakat siswa di bidang menggambar dalam hal ini karikatur, maka penulis menyediakan rubrik karikatur. Dari berbagai karya yang dihasilkan oleh siswa ternyata hasilnya cukup bagus. Banyak siswa yang pandai membuat karikatur.
Pada rubrik salam, siswa boleh mengirim salam untuk seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Padangan, baik kepada sesama siswa atau kepada Bapak-Ibu Guru bahkan kepada kepala sekolah. Rubrik ini ternyata cukup diminati oleh siswa. Sebenarnya penulis agak pesimis, rubrik ini kurang diminati oleh siswa, mengingat kemajuan teknologi informatika. Alhamdulillah, ternyata rubrik salam ini memiliki tempat tersendiri di hati siswa. Banyak salam yang masuk sampai halaman yang disediakan tidak cukup. Ada kebanggaan tersendiri saat salam mereka dibaca oleh banyak siswa/pembaca.
Ruang belajar menjadi rubrik para guru untuk memberi pengayaan kepada siswa. Penulis memberi kesempatan kepada Bapak- Ibu Guru untuk memberikan tips dan trik dalam pelajaran masing-masing. Rubrik ini sangat menarik dan cukup diminati oleh siswa. Bahkan siswa berharap dalam satu edisi ada beberapa guru yang mengisi. Mengingat terbatasnya halaman, penulis hanya menyediakan 1 halaman untuk rubrik Ruang Belajar.
Pada rubrik album berisi album kegiatan siswa selama satu semester. Mengingat terbatasnya halaman, maka tidak semua foto kegitan dapat ditampilkan. Tim redaksi harus pandai-pandai memilih foto agar setiap kegiatan dan even terwakili. Rubrik album merupakan rubrik yang paling diminati oleh siswa. Khusus rubrik album menggunakan kertas full colour, agar lebih menarik untuk dinikmati.
Selain berbagai rubrik di atas ada juga rubrik artikel agama. Rubrik ini ditulis oleh guru agama. Rubrik ini wajib ada dengan tujuan untuk membentuk karakter siswa sebagai sosok yang religius. Rubrik ini melengkapi materi yang telah disampaikan oleh Bapak-Ibu Guru di kelas.
Pada majalah sekolah ini, ada juga rubrik resensi, tidak hanya resensi buku tetapi juga resensi film. Resensi ini diisi oleh siswa. Baru ketika tidak ada naskah resensi yang masuk, penulis yang mengisi rubrik resensi tersebut. Kebetulan pada kelas XII ada materi resensi buku baik fiksi maupun nonfiksi, maka resensi terbaik siswa penulis muat pada majalah sekolah sebagai bentuk penghargaan sekaligus sebagai pengisi rubrik resensi. Melalui rubric resensi ini siswa menjadi tahu berbagai buku yang layak untuk dibaca serta berbagai film yang menarik untuk ditonton.
Yang terakhir adalah rubrik SOROTAN. Rubrik ini memiliki halaman yang lebih banyak dibandingkan rubrik lainnya mengingat begitu banyak narasumber yang diwawancarai baik dari guru maupun dari siswa dalam hal ini perwakilan kelas X,XI, dan XII yang terdiri atas siswa putra dan putri.
Rubrik sorotan ini sangat menarik, mengangkat tema yang actual saat itu yang dikomentari atau dibahas oleh berbagai narasumber yang terdiri atas guru dan perwakilan siswa kelas X, XI, dan XII. Pada rubrik ini juga ditampilkan foto narasumber. Adapun guru yang dipilih sebagai narasumber adalah yang relevan atau menguasai masalah yang sedang disorot atau dibahas. Misalnya ketika membahas masalah agama maka yang diwawancarai atau sebagai narasumber adalah guru agama. Ketika membahas masalah dampak dari media social maka sebagai narasumber adalah guru TIK, guru BK, bisa juga sosiologi dan guru agama.
Majalah sekolah ZONA EKSPRESI memang terbit satu semester sekali. Bagi siswa atau guru yang tulisannya dimuat akan mendapatkan honorarium sebagai bentuk penghargaan kepada para penulis. Honorarium ini sekadar bonus saja bagi penulis dan mereka cukup bangga tulisan mereka dimuat di majalah sekolah.
Sebenarnya majalah sekolah ini sebagai bentuk eksistensi SMA Negeri 1 Padangan. Banyak sekali alumni yang menyayangkan dihentikannya majalah sekolah. Bahkan berkat majalah sekolah ini penulis sempat diundang oleh LIPI untuk mengituti DIKLAT di Nusa Dua Bali, namun karena suatu hal penulis tidak bisa mengikuti. Penulis sangat bersyukur pernah menjadi Pembina majalah sekolah. Penulis juga bersyukur telah melahirkan penulis-penulis hebat melalui majalah sekolah. Penulis sangat berharap dan selalu berusaha agar majalah sekolah dapat terbit kembali sehingga dapat menggali sekaligus mengembangkan talenta siswa di bidang jurnalistik maupun sastra.
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini