UJIAN PRAKTIK DALAM BENTUK PENTAS SENI
Oleh: Retno Kurniawati, S.Pd.
Sebagai guru pastinya kita ingin memberikan yang terbaik kepada siswa, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Demikian halnya saat ujian praktik. Pekan ujian praktik sangatlah melelahkan bagi siswa. Ada berbagai ujian praktik yang harus dilakukan oleh siswa apalagi bagi mereka yang jurusan MIPA. Sebagai guru Bahasa Indonesia, penulis ingin menciptakan ujian praktik yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi siswa.
Timbullah pemikiran untuk mengadakan ujian praktik dalam bentuk pensi (pentas seni), dengan memadukan berbagai keterampilan berbahasa, kemudian disusun menjadi sebuah susunan acara yang menarik dan mengesankan.
Berikut ini susunan acara ujian praktik bahasa Indonesia:
- Pembukaan
- Sambutan
- Guru
- Siswa
- Musikalisasi Puisi
- Jasamu Guru
- Guruku Tersayang
- Teatrikal Puisi
- Dongeng
- Wawancara
- Drama
- Pantun Berbalas
- Doa
- Musikalisasi Puisi
- Sajadah Panjang
- Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Berbagai keterampilan berbahasa ditampilkan, dari berbicara ( Mc. (pembawa acara)), Pidato, wawancara, sastra (musikalisasi puisi , dongeng, drama, teatrikal puisi, dan pantun berbalas). Siswa pun berlatih menyusun acara, menata durasi hingga acara selesai tepat pada waktunya. Siswa berlatih pidato sekaligus mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari saat kelas XI yaitu ceramah. Siswa berpikir apa saja yang harus disampaikan dalam pidato perwakilan kelas. Guru pun membantu, mengarahkan siswa apa saja yang sebaiknya disampaikan. Dalam pidato harus ada pembukaan yang berisi ucapan syukur, shalawat, ucapan terima kasih, dan gambaran acara. Pada bagian Isi ada ucapan terima kasih kepada berbagai pihak atas terselenggaranya acara ini, ucapan terimakasih kepada bapak ibu guru yang telah mengajar selama 3 tahun, dan ucapan terimakasih kepada orang tua yang telah membesarkan, mendidik dan memberikan yang terbaik kepada siswa. Permohonan maaf kepada bapak ibu guru atas kesalahan dan kekhilafan, permohonan doa untuk masa depan siswa kelas XII, harapan sekaligus doa untuk SMA Negeri 1 Padangan tercinta. Pada bagian penutup ada permohonan maaf, ucapan terima kasih dan harapan. Dengan begitu siswa mengetahui apa saja yang sebaiknya disampaikan pada saat memberikan sambutan.
Untuk musikalisasi puisi, guru sudah menyiapkan puisi pilihan sehingga siswa tidak bingung dalam memilih puisi. Demikian halnya teatrikal puisi, guru sudah memilihkan puisi yang akan diteatrikalkan. Agar tidak membosankan setiap kelas menampilkan puisi yang berbeda baik pada musikalisasi puisi maupun pada teatrikal puisi.
Pada acara dongeng, siswa menampilkan dongeng, cerita rakyat nusantara. Setiap kelas wajib menampilkan dongeng yang berbeda. Dengan begitu siswa akan lebih kreatif dan penonton dapat menyaksikan berbagai tampilan dongeng dengan cerita yang berbeda. Pada tampilan dongeng ini siswa harus menyiapkan properti yang sesuai dengan cerita yang disampaikan.Siswa juga boleh menyiapkan instrumen agar dongeng lebih menarik dan emosi penonton lebih tersentuh.
Adapun wawancara dikemas dalam bentuk talkshow, siswa ada yang berperan sebagai presenter dan ada juga yang berperan sebagai narasumber. Sebagai presenter, siswa berlatih menjadi presenter, memimpin acara dan membuat pertanyaan. Dengan praktik ini penulis berharap akan lahir presenter-presenter handal dari SMA Negeri 1 Padangan. Demikian halnya yang berperan sebagai narasumber, mereka berlatih menjawab pertanyaan secara cerdas sesuai dengan peran mereka. Misalnya ada yang berperan sebagai guru, mahasiswa, menteri, polisi, artis, dan sebagainya.
Pada pantun berbalas, siswa diberi kebebasan untuk berkreasi. Siswa menentukan tema dari pantun yang akan ditampilkan kemudian menyusun pantun berbalas sesuai dengan tema yang dipilih. Pantun bisa dikemas dalam bentuk cerita seperti opera Van Java atau seperti lenong. Semua dikembalikan pada kreativitas siswa. Alhamdulillah, siswa tampil cukup kreatif dan sangat menghibur serta menginspirasi.
Untuk drama, yang ditampilkan adalah cerita rakyat nusantara. Dengan tujuan siswa lebih mencintai cerita dari negerinya sendiri. Melalui drama siswa mengasah kemampuan akting mereka. Yang berperan di drama, kebanyakan mereka yang berbakat akting. Tampilan drama ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menguji sekaligus mengasah kemampuan akting mereka. Drama menjadi acara yang sangat dinantikan penonton pada acara pensi ujian praktik bahasa Indonesia.
Untuk doa, siswa dibimbing untuk menyusun doa yang baik, apa saja yang harus ada dalam doa antara lain doa untuk kelas mereka, untuk kelas XII, untuk SMA Negeri 1 Padangan, untuk guru, dan untuk orang tua mereka.
Acara ujian praktik ini setelah dilaksanakan ternyata hasilnya luar biasa kreatif dan inovatif. Siswa sangat antusias untuk menampilkan yang terbaik. Siswa begitu semangat. Guru penguji pun terhibur menyaksikan tampilan siswa bahkan terharu melihat tampilan mereka yang luar biasa.
Bagi siswa sendiri, tampilan ujian praktik ini sangat berkesan dan menjadi salah satu kenangan terindah di akhir sekolah. Foto-foto bahkan video mereka diunggah di yutube, Instagram, dan facebook. Bahkan adik kelas juga ingin melakukan ujian praktik sama dengan kakak kelasnya berupa pensi (pentas seni). Kakak kelas atau alumni yang tahun lalu ujian praktiknya tidak berupa pentas seni, sangat tertarik dengan ujian dalam bentuk pentas seni yang dilakukan oleh adik kelas.
Pada ujian praktik dalam bentuk pensi ini siswa berlatih menjadi MC (pembawa acara). Sebuah pengalaman yang sangat berharga. Untuk MC ini penulis sengaja meminta siswa untuk berpasangan dengan tujuan mengasah kemampuan komunikasi siswa. Tanpa adanya ujian praktik dalam bentuk pensi, hanya beberapa siswa yang merasakan sebagai MC. Dengan adanya ujian praktik berupa pensi, maka tiap kelas ada 3-4 siswa yang berperan sebagai MC yaitu MC pensi dan MC pada wawancara. Siswa merasa senang dapat berlatih menjadi MC. Bahkan ada alumni yang bercerita dan mengucapkan terima kasih kepada penulis, ujian praktik berupa pensi sangat membantu saat di perguruan tinggi. Waktu itu alumni berperan sebagai MC dan saat ini kuliah di jurusan ilmu komunikasi.
TUJUAN DAN MANFAAT
Sebenarnya tujuan dari ujian praktik berupa pensi ini agar siswa bisa merasakan tampil di panggung, di depan umum. Mengingat selama ini tidak semua siswa bisa tampil pada even-even yang diselenggarakan oleh sekolah. Dengan adanya ujian praktik, siswa akan merasakan tampil di depan umum, karena kalau mereka tidak tampil mereka tidak akan mendapatkan nilai. Pada tampilan ini ada kejutan tersendiri, siswa yang selama ini pendiam dan kelihatan pasif, ternyata bisa tampil memukau dan peuh percaya diri saat ujian praktik.
Tujuan lain dari ujian praktik ini adalah untuk memanfaatkan panggung terbuka. Panggung terbuka biasanya hanya digunakan pada even tertentu misalnya peringatan Hari Kartini dan peringatan hari besar agama. Dengan adanya ujian praktik maka panggung terbuka akan lebih bermanfaat dan siswa kelas XII merasakan tampil di panggung terbuka serta dilihat oleh banyak penonton.
Adapun manfaat dari ujian praktik ini adalah terciptanya kebersamaan dan kekompakan. Ketua kelas memimpin sekaligus memotivasi teman-temannya untuk tampil yang terbaik karena tampilan mereka membawa nama kelas. Ada keinginan untuk menampilkan yang terbaik dibandingkan kelas-kelas lain. Siswa mengakui terjalin kebersamaan dan kekompakan yang luar biasa saat mempersiapkan diri dan tampil dalam ujian praktik bahasa Indonesia. Siswa sungguh-sungguh berdoa sebelum ujian praktik dimulai. Sungguh sangat mengharukan. Siswa pun sampai meneteskan air mata saat acara selesai. Pada saat evaluasi, siswa serius ketika mengikuti komentar guru pada tampilan mereka.
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini